FSM > Belajar Forex > Pola Cup And Handle

Pola Cup And Handle

Pola Cup and Handle ini adalah salah satu pola kelanjutan. Sesuai dengan namanya, pola ini sekilas berbentuk grafik harga berupa lengkungan cangkir berbentuk “U” dan pegangannya berupa harga menurun.

Biasanya pola Cup and Handle ini terbentuk ketika harga sedang berusaha mencoba menembus level high (titik tertinggi sebelumnya) namun gagal. Karena itu harga mulai berkonsolidasi dan bergerak relatif datar. Pada saat harga mendekati puncak high tertingginya, pola cangkir (garis putus-putus) harga sedikit terkoreksi, baru kemudian harga bergerak dengan volume besar.

Cup and Handle

Pada pola Cup and Handle, bentuk “U” yang semakin panjang dan membulat adalah sinyal positif untuk trend bullish. Selain itu volume transaksi juga berkurang di dasar yang berbentuk cangkir.

Pola Cup And HandleNamun pola Cup and Handle yang melanjutkan trend bullish bisa juga gagal terbentuk jika :

  1. Dasar cangkir membentuk huruf “V”, bukan “U”.
  2. Dasar cangkir terlalu dalam.
  3. Pengangan cangkir membentuk koreksi terlalu dalam, yaitu melebihi setengah dari dalam cangkir.

Inverse Cup And Handle

Kebalikan dari Cup And Handle yang dapat mengidentifikasi kelanjutan uptrend, Inverse Cup And Handle adalah pola kelanjutan dari downtrend.

Inverse Cup and HandleInverse Cup and Handle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − seven =

.

FxPro : Broker dengan regulasi jelas aman dan terpercaya, Broker Forex #1 di Dunia. Dapatkan kenyamanan dan pengalaman trading lebih banyak bersama FxPro. Banyak instrument yang tersedia seperti Forex, Indices, Metals, Commodities, Shares, Futures.
Type: ECN/STP Regulasi: FCA, CySEC, MiFID Berdiri: 2006
Payment: Credit & Debit Card, Neteller, PayPal, Skrill, Webmoney, Wire Transfer
Min.Deposit: $100 Akun: MT4, MT5, cTrader, SuperTrader
Min.Lot: 0.01 Mobile Trading Profesional Platform Islamic Acount
Leverage: 1:500 Scalping hedging Expert Advisor

Trading Bersama Sponsor Broker

Buka Akun | Review