FSM > Artikel > Investasi > Tujuan Investasi

Tujuan Investasi

Setelah memiliki kelebihan dana, kita siap untuk melakukan investasi. Tentunya, investasi dilakukan karena ada tujuannya. Pada umumnya, tujuan investasi adalah untuk berjaga-jaga. Banyal orang mengatakan bahwa salah satu kepastian dalam hidup ini adalah ketidakpastian. Saat ini, orang semakin sadar bahwa kenikmatan yang kita alami saat ini bisa saja tiba-tiba hilang esok harinya. Hidup manusia selalu dikelilingi oleh resiko, baik ringan maupun besar. Untuk tujuan berjaga-jaga inilah kita melakukan investasi sehingga diharapkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan secara tiba-tiba, dalam hal keuangan, kita masih memiliki cadangan dalam mengatasinya.

Tujuan kedua dari investasi adalah mendapatkan keuntungan. Kita melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek berupa kenaikan nilai dari jumlah dana yang kita investasikan. Sebagai contoh, jika kita menginvestasikan dana sebesar RP 1.000.000, berarti kita mengharapkan keuntungan dalam jangka pendek, misalnya sebesar Rp 200.000 atau setara dengan 20%.

Tujuan yang ketiga adalah mengalahkan inflasi. Jika kita memiliki dana sebesar Rp 1.000.000 dan menyimpannya di dalam lemari, satu tahun kemudian jumlahnya akan tetap sama. Namun, kemampuan membeli dari uang kita tersebut akan berkurang. Misal, awalnya dengan uang Rp 1.000.000, kita bisa membeli sekarung beras 125 Kg. Satu tahun kemudian, ketika kita menggunakan dana dengan besar yang sama, ternyata kita hanya bisa membeli sekarung beras 115 Kg saja.

Kemampuan beli dari dana yang besarnya sama  tersebut berkurang karena adanya faktor inflasi. Dalam kasus ini, telah terjadi inflasi sebesar 8,75%. Dalam waktu satu tahun tersebut, untuk mendapatkan beras sebanyak 125 Kg, dibutuhkan dana sebesar Rp 1.087.500. Jika kita melakukan investasi dengan dana sebesar Rp 1.000.000, diharapkan satu tahun ke depan, dana kita harus berkembang minimal sebesar Rp 1.087.500 agar tidak tergerus oleh inflasi. Harapan kita adalah mendapatkan hasil investasi yang jauh di atas angka inflasi.

Tujuan keempat adalah utuk memiliki kehidupan yang lebih layak. Setiap orang menginginkan kemajuan dalam hidupnya, salah satunya dalam kehidupan pribadi. Jika saat ini belum mempunya mobil, diharapkan suatu saat bisa membeli mobil. Jika saat ini belum memiliki rumah tinggal, diharapkan suatu saat mampu memiliki rumah tinggal untuk dihuni. Untuk mewujudkan semisal keinginan tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melakukan investasi sedini mungkin.

Tujuan kelima adalah mempersiapkan dana di masa tua nantinya. Jika seseorang memasuki masa pensiun, berarti dia tidak bisa lagi mengharapkan pendapatan dari kantor tempat ia bekerja. Begitu pun dalam keluarga. Ingat, tujuan utama dari sebuah perusahaan adalah untuk menghasilkan keuntungan sehingga perusahaan tidak berkonsentrasi membiayai para pensiunan yang sudah tidak produktif lagi. Anak-anak kita pun tidak sepenuhnya bisa diandalkan karena mereka juga sudah menjadi dewasa dan memiliki kebutuhan sendiri untuk mejalani kehidupan mereka.

Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus mempersiapkan dana untuk kehidupan kita di masa tua nantinya. Sehingga kita tidak kekurangan di saat menikmati masa tua kita nantinya. Salah satunya dengan berinvestasi sejak dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × four =

.

FxPro : Broker dengan regulasi jelas aman dan terpercaya, Broker Forex #1 di Dunia. Dapatkan kenyamanan dan pengalaman trading lebih banyak bersama FxPro. Banyak instrument yang tersedia seperti Forex, Indices, Metals, Commodities, Shares, Futures.
Type: ECN/STP Regulasi: FCA, CySEC, MiFID Berdiri: 2006
Payment: Credit & Debit Card, Neteller, PayPal, Skrill, Webmoney, Wire Transfer
Min.Deposit: $100 Akun: MT4, MT5, cTrader, SuperTrader
Min.Lot: 0.01 Mobile Trading Profesional Platform Islamic Acount
Leverage: 1:500 Scalping hedging Expert Advisor

Trading Bersama Sponsor Broker

Buka Akun | Review