FSM > Artikel > Investasi > 3 Kesalahan Yang Memicu Resiko Kerugian Dalam Berinvestasi

3 Kesalahan Yang Memicu Resiko Kerugian Dalam Berinvestasi

Investasi terbaik

Berinvestasi dalam bentuk apapun sangat bagus bagi semua orang. Selain dapat memberikan tambahan penghasilan, investasi juga dapat menjadi salah satu ‘tabungan‘ yang bisa digunakan sebagai dana cadangan jika suatu saat diperlukan.

Bagi semua orang, kebanyakan berpikir bahwa sukses dalam berinvestasi adalah mampu menggandakan modal atau aset dalam investasinya tersebut, sehingga dapat bertambah dari waktu ke waktu.

Walaupun hal tersebut merupakan tujuan dari berinvestasi, namun secara teori investasi adalah bertujuan untuk ‘mengamankan’ sebuah aset, bukan ‘mengembangkan’.

Maksud teori diatas adalah tujuan utama bagi seorang investor dalam berinvestasi adalah bukan untuk mengembangkan/menambah aset yang ia miliki terlebih dahulu, namun memastikan bahwa investasi yang ia lakukan dapat mengamankan nilai asetnya dari resiko kerugian / penurunan nilai.

Seringkali seorang investor terlalu sibuk memikirkan berapa besar peluang ia dapat menghasilkan keuntungan melalui sebuah investasi, namun dari waktu ke waktu ia akan lupa bahwa  resiko yang mengancam asetnya juga akan semakin bertambah.

Misal ketika seorang investor dapat membuat uangnya bertambah menjadi 20% dari modal yang ia miliki, investor tersebut biasanya cenderung terlalu fokus untuk bagaimana caranya supaya hasil investasi yang ia dapatkan lebih banyak lagi dari yang ia dapatkan sebelumnya. Sehingga ia menempatkan total uangnya sebesar 120% tersebut untuk diinvestasikan kembali.

Jika saja investasi yang ia gunakan mampu memberikan keuntungan lagi sebesar 20%, biasanya ia akan kembali menempatkan total 140% untuk diinvestasikan kembali. Hal ini justru mengundang resiko yang amat besar. Jika pada suatu saat ia akan mengalami kerugian, maka total 140% ini akan terancam resiko hilang atau kerugian yang amat besar.

Sebaliknya seorang investor yang cerdas dan memiliki prinsip ‘mengamankan’ justru akan tetap berinvestasi dengan total 100% tadi dan menyimpan keuntungan yang sebesar 20% tersebut sebagai dana cadangan jika suatu saat investasi 100% tadi mengalami kerugian.

Jika kita kalkulasikan, investasi dengan nilai 120% ketika mengalami kerugian sebesar 50% maka hanya akan menyisakan modal 60% saja. Sehingga jika dihitung investor tersebut akan mengalami kerugian 40% dari modal awal tadi.

Kesalahan dalam berinvestasi lainnya adalah bahwa dunia investasi dapat dihitung dengan ilmu pasti.

Banyak orang awam yang memiliki pola pikir bahwa mendapatkan keuntungan di sebuah produk investasi dapat menggunakan rumus A x B = C. Atau berinvestasi menggunakan rumus matematika sehingga ia lupa bahwa setiap investasi digerakan oleh suatu konsep permintaan dan penawaran dari sebuah produk investasi tersebut, bukan dari rumus matematika atau ilmu hitung pasti.

Perputaran ekonomi terkadang membuat stres bagi para pelaku investasi. Alhasil para investor tersebut mencoba membuat sebuah rumus yang ia harapkan dapat memberikan keuntungan. Walaupun terkadang hal tersebut bisa saja terjadi, namun bisa saja itu merupakan sebuah kebetulan dan keberuntungan semata.

Kesalahan lainnya adalah berinvestasi dengan mengikuti rumor atau gosip semata. Misal saja seorang investor bersemangat membeli sebuah pasangan mata uang di pasar forex atau saham dari sebuah perusahaan hanya karena ia membaca sebuah headline di salah satu media yang mengatakan bahwa instrumen tersebut akan naik dengan pergerakan yang cukup tinggi.

Tentu hal tersebut baik bagi mereka yang mencoba memperhitungkan pasti informasi tersebut sebagai tambahan, namun bagaimana bagi mereka yang hanya menelan informasi tersebut mentah-mentah? Tentu saja resiko akan mengancam setiap kegiatan investasinya jika mereka hanya mengikuti sebuah headline berita tanpa memperhitungkannya dengan cermat.

Nah, bagi Anda yang ingin mencoba atau sudah memulai terjun di dunia investasi, alangkah baiknya bagi Anda untuk mempelajari sebuah produk yang akan Anda investasikan kedepannya. Mengamati trend pasar serta menghitung keuntungan : resiko yang didapat mampu memberikan kewaspadaan bagi Anda dalam berinvestasi, sehingga investasi Anda lebih aman dan tumbuh dengan stabil.

2 Responses

  1. scalper*Jambi says:

    Bermanfaat sekali artikelnya min
    ditunggu artijkel2 yang lainnyaaaaaaa
    #Salam profit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − five =

.

FxPro : Broker dengan regulasi jelas aman dan terpercaya, Broker Forex #1 di Dunia. Dapatkan kenyamanan dan pengalaman trading lebih banyak bersama FxPro. Banyak instrument yang tersedia seperti Forex, Indices, Metals, Commodities, Shares, Futures.
Type: ECN/STP Regulasi: FCA, CySEC, MiFID Berdiri: 2006
Payment: Credit & Debit Card, Neteller, PayPal, Skrill, Webmoney, Wire Transfer
Min.Deposit: $100 Akun: MT4, MT5, cTrader, SuperTrader
Min.Lot: 0.01 Mobile Trading Profesional Platform Islamic Acount
Leverage: 1:500 Scalping hedging Expert Advisor

Trading Bersama Sponsor Broker

Buka Akun | Review