FSM > Artikel Forex > Italia Referendum – Akankah Seperti Brexit ?

Italia Referendum – Akankah Seperti Brexit ?

italia referendum

Italia Referendum – Kondisi perekonomian di Zona Eropa (Uni Eropa) ibarat memasuki ke ‘jurang‘ keterpurukan yang disebabkan oleh kepanikan di sektor keuangan setelah Inggris ‘merusak‘ perputaran ekonomi di organisasi gabungan dari 23 negara di Eropa tersebut. Tekanan disektor ekspor serta perubahan ‘haluan’ di sektor bisnis Inggris di dalam negerinya sendiri menyebar ibarat tinta yang diteteskan kedalam kolam air yang berwarna jernih.

Italia telah melakukan Referendum pada hari Minggu (4 Desember) kemarin dengan tujuan utama mengubah struktur konstitusi di negara tersebut atau tidak.

Perdana menteri Italia saat ini, Matteo Renzi sebelumnya telah berjanji akan mengundurkan diri jika para pengambil suara memilih menolak setiap kebijakan yang ia canangkan.

Pada pembukaan pasar pekan ini, Senin (5 Desember) pasar keuangan menunjukan tanda-tanda “kegelisahan“. Euro terpantau anjlok setelah beberapa analis dari lemabaga-lembaga keuangan ternama memberikan statetment bahwa jika hasil referendum nanti adalah TIDAK, maka tetap saja diperkirakan menjadi pemicu kehancuran ekonomi di seluruh zona euro.

Mengapa referendum Italia ini sangat penting ? Apa yang sedang dipertaruhkan pada referendum ini ? Apakah memiliki dampak buruk seperti Brexit pada akhir Juni lalu ? Mari kita coba bahas satu persatu.

Apa yang menjadi “TOPIK” atau yang diperebutkan pada referendum Italia ini ?

Matteo Renzi, yang menjabat sebagai Perdana Menteri Italia dalam 2 tahun terakhir ingin mencoba merampingkan dan mengefesienkan sistem politik di Italia sehingga ia dapat mendorong ekonomi melalui kebijakan dan memperbarui sistem ekonomi di Italia. Dia ingin mengurangi jumlah Senator dan membatasi kewenangan dari para senat terhadap majelis parlemen.

Beberapa dewan kemudian memasalahkan kebijakan ini dan terjadi perselisihan di dalam pemerintahan. Para dewan yang tidak setuju menganggap kebijakan dan rencana Renzi tidak terlalu diperlukan. Mereka beralasan bahwa ekonomi Italian pada dasarnya sudah “goyah” sejak 16 tahun terakhir, dan juga pengangguran berada di tingkat tertinggi sebesar 11,5%. Pada beberapa laporan, Italia merupakan negara kedua dengan kinerja perekonomian terburuk di zona euro setelah krisis keuangan pada tahun 2008, tentu saja peringkat pertama negara paling terpuruk adalah Yunani.

Menurut sejarah, setiap reformasi, perubahan politik di Italia yang berdampak pada kekuasaan politik di badan pemerintah dan hukum menggunakan jalur referendum. Cara ini pertama kali digunakan pada saat setelah Perang Dunia Pertama, yang mana membuat Italia tidak mampu berkembang secara penuh setelah PD I dan II.

Apa Dampak Dari Referendum Italia Kali ini ?

Sebelum penundaan jajak pendapat pada 18 November lalu, dilaporkan ada setidaknya proyeksi 53,5% menjadi 46,5% bagi hasil voting “TIDAK”. Namun setelah beberapa minggu akhirnya pengambilan suara harus dilakukan karena proyeksi hasilnya berubah-ubah.

Pada pertemuan tersebut, setidaknya ada kurang lebih 20% orang yang hadir belum memberikan vote mereka, sehingga diperlukan kepastian yang jelas.

Jika dilihat sekilas, referendum Italia ini seharusnya tidaklah harus dibesar-besarkan seperti bom waktu yang siap meledak di zona eropa, namun dikarenakan publik telah ‘tercemar’ dari dampak dan efek Brexit, serta kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS, maka Publik khawatir jika zona euro akan mengalami goncangan besar pada hasil referendum italia ini nantinya.

Singkatnya, prospek dan rencana kebijakan yang diusung oleh Renzi dianggap tidak efektif bagi Italia.

Lalu apa yang akan terjadi jika Matteo Renzi Memilih Mundur ?

Tidak perlu ditanya lagi, roda pemerintahan akan goyah, bahkan bisa jatuh. Namun poin intinya adalah apa yang akan terjadi pada Italia selanjutnya ? Akankah dilanda kekacauan politik yang merambat ke berbagai sektor ? Itulah yang masih membuat publik penasaran, khususnya bagi pelaku pasar (trader dan investor).

Ada kemungkinan jika Presiden Italia, Sergio Mattarella dapat menunjuk salah satu perdana menteri lainnya untuk sementara waktu. Tetapi jika mengingat pemilu selanjutnya pada awal 2017, maka ada partai politik (Five Star Movement) yang memegang kekuasaan di badan pemerintahan sebelum pemilu selanjutnya tersebut dilaksanakan.

Apa yang dikhawatirkan dari Referendum Italia ini ?

Jawabannya sederhana, jika Partai Five Star Movement memegang kendali sebagian di pemerintahan, maka bersiaplah akan terjadi Brexit versi kedua dari Italia. Sebelumnya Partai politik ini telah menegaskan bahwa mereka ingin memutuskan apakah Italia harus bertahan di zona euro atau harus meninggalkannya.

Sebagian anggota partai politik ini menganggap Italia adalah negara yang besar, jadi negara tersebut mampu berdiri sendiri dengan mata uang tunggal mereka tentunya.

Sebelumnya diadakan survei berupa simulasi apakah Italia akan melakukan referendum dan hasil dari jajak pendapat menyatakan bahwa 67% masih ingin berada di zona euro. Walaupun begitu, Italia ibarat seperti ‘trauma‘ akan apa yang terjadi pada negara mereka sebelumnya. Gejolak pada tahun 2012 yang membawa Italia dan Spanyol divonis tidak mampu membayar hutang nasional, dan sebagai konsekuensinya, mereka terancam ditendang keluar dari zona euro tanpa ada kompensasi sedikitpun.

Itulah kenapa referendum dan jajak pendapat dari Italia ini sangat penting untuk disimak. Di satu sisi jika dimenangkan oleh Matteo Renzi yang menginginkan perubahan di sektor politik dan ingin merubah struktur ekonomi mengakibatkan kisruh dan kegaduhan politik dan pemerintahan, sedangkan di satu sisi jika Matteo Renzi mundur maka akan ada partai politik yang siap menekan ‘tombol‘ untuk melakukan referendum yang paling dikhawatirkan, Referendum untuk keluar dari Zona Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + eighteen =

.

FxPro : Broker dengan regulasi jelas aman dan terpercaya, Broker Forex #1 di Dunia. Dapatkan kenyamanan dan pengalaman trading lebih banyak bersama FxPro. Banyak instrument yang tersedia seperti Forex, Indices, Metals, Commodities, Shares, Futures.
Type: ECN/STP Regulasi: FCA, CySEC, MiFID Berdiri: 2006
Payment: Credit & Debit Card, Neteller, PayPal, Skrill, Webmoney, Wire Transfer
Min.Deposit: $100 Akun: MT4, MT5, cTrader, SuperTrader
Min.Lot: 0.01 Mobile Trading Profesional Platform Islamic Acount
Leverage: 1:500 Scalping hedging Expert Advisor

Trading Bersama Sponsor Broker

Buka Akun | Review