Beberapa Macam Kesimpulan Dari Pidato Ketua Fed Janet Yellen

Pada Kamis pekan lalu, ketua Federal Reserve Janet Yellen memberi laporan di depan Komite Ekonomi di Washington. Lalu apa saja yang ia katakan di depan komite tersebut ? Berikut beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil dari pernyataan Yellen, diantaranya :yellen dan kenaikan suku bunga

Kenaikan Tingkat Suku Bunga Pasti Akan Dilakukan

Mengapa harus menunggu musim dingin tiba untuk menaikan suku bunga Federal Reserve ? Dalam laporan resmi dari The Fed, Yellen mengatakan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat tersebut, namun Fed masih menunggu bukti lebih lanjut dari kemajuan ekonomi AS serta mencapai beberapa point-point yang ditargetkan sebelum menaikan suku bunga.

Mengingat bahwa anggota-anggota The Fed masih mencari ‘pemicu’ untuk menaikan suku bunga pada awal bulan Desember mendatang, walaupun mereka percaya bahwa kemajuan di pasar tenaga kerja, aktivitas ekonomi sesuai dengan yang diharapkan serta inflasi yang telah sedikit meningkat sejak awal tahun 2016 ini.

Pada beberapa pidato yang digelar sebelum-sebelumnya, Yellen bersikukuh dan mengatakan bahwa “Menunggu bukti lebih lanjut terus menerus menandakan bahwa kita kurang percaya terhadap pertumbuhan perekonomian saat ini”. Ia dan anggota Fed lainnya mengakui bahwa perekonomian telah memberikan lebih banyak ruang untuk segera menaikan suku bunga, akan tetapi mereka khawatir ketika pihak eksternal menanggapinya dengan agresif.

Meskipun begitu, Kepala Fed Honcho memperingatkan bahwa menunda kenaikan suku bunga terlalu lama akan membutuhkan tenaga ekstra lebih banyak lagi, apalagi jika dilakukan secara mendadak tanpa ada persiapan. Hal tersebut bisa mengakibatkan goncangan bagi ekonomi dalam jangka pendek maupun jangka panjang serta dapat menimbulkan resiko lebih besar di sektor keuangan.

Sampai Saat ini, Semuanya Positif

Pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, Yellen selalu memberikan pernyataan yang terdengar positif dan optimis pada perekonomian. Dia mengatakan bahwa mereka (FED) telah membuat kemajuan yang positif seperti memaksimalkan lapangan kerja dan menstabilkan harga di tengah ketimpangan ekonomi global seperti saat ini. Berikut beberapa catatan yang perlu kita simak :

Pada Pertumbuhan Ekonomi

  • Pertumbuhan telah naik 1% pada Q1 dan hampir mencapai 3% di Q3 2016, sebagian besar kenaikan terdapat di persediaan bahan bangunan, pasar perumahan dan lonjakan harga ekspor kedelai.
  • Tingkat belanja konsumen, yang didukung oleh optimisnya keyakinan dari para konsumen terhadap pertumbuhan ekonomi, hal tersebut bisa dilihat dari data pendapatan konsumen. Selain itu tingkat suku bunga pinjaman yang rendah mencerminkan konsumen nyaman terhadap hal ini.
  • Namun pertumbuhan di sektor manufaktur sedikit terhambat, dilandasi oleh pertumbuhan global yang lemah dan nilai dolar yang terlalu kuat beberapa bulan terakhir.
  • Fundamental di pasar perumahan masih positif, dicerminkan oleh peningkatan pada data penjualan perumahan baru.

Pada Pasar Tenaga Kerja

  • Kemajuan di lapangan kerja lebih lambat dibandingkan dari tahun lalu, namun lebih baik dari perkirakan sebelumnya. Lapangan kerja yang maksimal dapat menyerap para pekerja baru dalam kategori angkatan kerja yang sudah siap bekerja.
  • Stabilitas di tingkat pengangguran, digabungkan dengan pertumbuhan di sektor lapangan kerja, dapat mencerminkan bahwa perekonomian AS telah tumbuh positif.
  • Tingkat pengangguran masih berada pada tingkat yang dianggap aman oleh The Fed.

Pada Inflasi

  • Inflasi telah tumbuh lebih tinggi dari awal tahun ini, namun masih di bawah target Fed di 2%.
  • Masih banyak yang belum memenuhi target inflasi, dikarenakan harga energi dan non-energi yang melemah pada pertengahan 2016 ini.
  • Inflasi inti berada di sekitaran level 1,75%.

Secara keseluruhan, 2016 ini The Fed mengharapkan ekonomi tumbuh pada kecepatan yang moderat, yang mana cukup untuk memaksimalkan pasar tenaga kerja dan memenuhi target inflasi 2%.

Rumor Mundurnya Yellen

Dengan Trump yang memenangkan Pilpres dan dijadwalkan mulai bekerja pada Januari mendatang, muncul rumor bahwa kemungkinan Yellen akan mengundurkan diri dari jabatan ketua The Fed. Sebelumnya Trump sempat menuding bahwa Yellen harusnya “malu” pada setiap tindakannya, karena Trump menilai bahwa kebijakan The Fed dari sisi politik dirancang untuk membantu Obama, dan hal tersebut tidak layak untuk dilakukan oleh ketua Federal Reserve.

Namun rumor tersebut dibantah oleh Yellen. “Saya tidak mungkin melakukannya (mundur dari jabatan)”. Ia juga mengingatkan bahwa dia telah dikonfirmasi oleh Senat dan Dewan Pengurus Fed, bahwa ia akan terus menjabat setidaknya sampai Januari 2018 nanti. “Jika dia (Trump) mengatakan hal tersebut, oke! Namun yang pasti saya tidak bisa mundur di setengah jalan masa saya menjabat”. “Anda paham yang saya maksud”.yellen-vs-trump

“Wait And See”

Baru-baru ini Yellen mengakui bahwa “pasar bergerak secara signitifikan”, mencerminkan ekspetasi pasar yang berlebih terhadap stimulus fiskal. Melihat reaksi pasar seperti ini, The Fed harus menerima konsekuensi dan pada akhirnya akan memaksa Fed untuk segera bereaksi, jika mereka ingin target inflasi tercapai sesuai dengan harapan mereka.

Suntikan fiskal pada 2008 lalu sangat berbekas pada ingatan pasar. Walaupun kondisi dan situasinya tidak sama seperti saat ini, namun bisa saja Fed akan melakukan kebijakan serupa di masa mendatang. Untuk mencapai target inflasi dan memaksimalkan lapangan kerja, tentu The Fed akan melakukan berbagai cara. Alangkah bijak jika pasar “Wait and See” dan menunggu tanda-tanda lebih lanjut dari Fed.

FED, Independen Atau Tidak ?

Dengan hasil yang cukup mengejutkan pada Pilpres dimana Partai Republik yang akan mengendalikan Gedung Putih serta 2 ruang Kongres, The Fed mungkin akan menghadapi pengawasan yang ketat serta tekanan secara verbal ketika akan menaikan suku bunga dalam waktu dekat ini.

Sepertinya Yellen secara tegas menyatakan bahwa Fed akan bekerja sesuai rencana sebelumnya. Dia mengatakan, “Kami benar-benar telah melihat hasil ekonomi yang mengerikan di negara-negara yang terdapat tekanan politik atas bank sentralnya, dan hal itu seharusnya tidak terjadi”. Dia juga mengatakan bahwa “terkadang bank sentral perlu melakukan hal-hal yang tidak populer untuk menstabilkan kesehatan ekonomi”.

Dollar, Super Power !

Beberapa bulan terakhir, khususnya pada kuartal ketiga ini US Dollar terpantau menguat. Apalagi ketika terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru, yang mana sebelumnya pasar sempat khawatir jika Trump dan Partai Republik menguasai parlemen. USD menguat terhadap mata uang utama lainnya, jika saat ini saja USD sudah memiliki kekuatan yang hampir tak tergoyahkan, bagaimana dengan nanti ketika Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga mereka ? Apakah USD menjadi super-super perkasa, ataukah malah sebaliknya, berbalik koreksi ?

Well, jika saja The Fed menunda lagi dalam kenaikan suku bunga mereka, mungkin mereka masih mencari momentum yang lebih tepat. Ingat, tentu saja setiap bank sentral dan negara tidak ingin mata uang mereka bergerak terlalu tinggi, Jadi jika saja Fed menunda lagi mungkin kita bisa memakluminya. Yang pasti kenaikan suku bunga Federal Reserve pasti akan dilakukan, tapi kita tidak tahu kapan itu akan terjadi.

XTrade : Broker dengan fix spread dan tanpa komisi disetiap transaksinya. Proses Withdrawal yang cepat dan efisien. Keamanan dana yang terjamin. Dapatkan kenyamanan dan berbagai keuntungan dalam trading forex dan CFD bersama XTrade.
Bonus: Total Bonus mencapai $6000 Payment: Paypal, Neteller, Skrill, Webmoney, Wire, Visa
Regulasi: CySEC, MiFID, ASIC Leverage: 1:400 Akun Segregated: tersedia
Min.Deposit: $100 Signal Trading Mobile Trading Web Platform

Trading Bersama Sponsor Broker

broker octa forex review

Buka Akun | Review

Lainnya...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six − four =